Menu

Angka Kecanduan Gadget di Singapura Makin Meningkat

Lebih berasal dari setengah warga Singapura mengaku tak dapat lepas berasal dari telpon pintar sedangkan itu cuma sehari saja. Setidaknya seperti yang dikutip dari berbagai sumber salah satunya teknogadget.web.id

Kecuali Singapura, riset ini melibatkan responden berasal dari sembilan negara yang akan bertanya bagaimana interaksi mereka bersama komputerisasi media dan dampak teknologi bagi kehidupan mereka. Alhasil, sebanyak 83 % warga Singapura beranggapan sekiranya teknologi komputerisasi mempunyai imbas positif bagi kehidupan mereka.

Perangkat pertama yang paling berimbas bagi warga Singapura yakni telpon pintar, di mana 58 % warga Singapura mengaku sungguh-sungguh kecanduan bersama perangkat hal yang demikian. Komputer desktop dan komputer jinjing menjadi perangkat ke-2 terjago, di mana 36 % warga tak dapat lepas berasal dari perangkat itu malahan hanya sehari.

Sementara untuk perangkat pembantu komputerisasi, layaknya Amazon Echo dan Google Home, baru dimiliki 14 % warga Singapura. Dari jumlah hal yang demikian, cuma 35 % pemilik pembantu komputerisasi yang seluruhnya yakin untuk menerima kabar yang dikasih, seperi cuaca, info dan penelitian.

Sementara sepertiga atau 28 persennya, lebih yakin kepada pembantu komputerisasi untuk membeli online dan cuma 24 % yang mempercayakan perangkat hal yang demikian untuk home automation. Tingginya tingkat konsumsi teknologi komputerisasi di Singapura dibarengi bersama kewaspadaan akan tingkat kemanan yang tinggi pula. Secara global, penduduk Singapura menitikberatkan kewaspadaan kepada keamanan dan potensi peretasan di perangkat pembantu komputerisasi, adalah sebesar 51 persen.

Diikuti tingkat kewaspadaan perangkat keamanan, produk home automation 42 persen, serta perangkat pelacak kesegaran dan olahraga denga tingkat kewaspadaan berada diangka 40 persen. Selain itu konsumsi media digital makin memperkuat hal ini. Sebanyak 48 % warga Singapura lebih suka memperdengarkan musik lewat streaming. Sementara untuk streaming film dan acara TV lebih banyak digemari adalah 64 persen. Prosentase hal yang demikian lebih besar dibanding negara manapun di Asia. Mereka bahkan tak segan membayar untuk dapat merasakan hiburan hal yang demikian.

Berbanding terbalik bersama konsumsi streaming film dan acara TV, warga Singapura cukup ogah membayar lebih untuk men-download atau streaming konten komputerisasi lain.

“Konsumen menjadi lebih bertumpu terhadap teknologi komputerisasi bagus didalam kehidupan personal ataupun profesional untuk kabar, hiburan, dan meningkatkan kepercayaan sehari-hari,” terang direktur regional. Dia menambahkan sekiranya banyaknya alternatif jalan masuk komputerisasi dan tingginya ketergantungan akan kabar yang mereka bisa berasal dari perangkat, turut meningkatkan kemauan customer di Singapura.

Related For Angka Kecanduan Gadget di Singapura Makin Meningkat